Bahaya Dibalik Daging Olahan

January 30, 2013 Artikel  No comments

Harvard – Dalam sebuah penelitian baru, peneliti dari Sekolah Kesehatan Masyarakat Harvard (HSPH) menemukan bahwa makan sosis daging olahan berkaitan dengan meningkatnya risiko 42% lebih tinggi terkema penyakit jantung dan risiko 19% lebih tinggi terkena diabetes tipe 2. Sebaliknya, para peneliti tidak menemukan risiko lebih tinggi terkena penyakit jantung atau diabetes di kalangan mereka yang mengonsumsi daging merah yang belum diproses, seperti daging sapi, babi, atau domba. Karya ini merupakan review sistematis pertama tentang kaitan antara makan daging mentah merah dan daging olahan dengan risiko penyakit jantung dan diabetes.

Menurut peneliti, daging merah yang belum diproses didefinisikan sebagai daging yang diolah dari daging sapi, domba atau babi, tidak termasuk unggas. Adapun daging olahan didefinisikan sebagai daging yang diawetkan dengan pengasapan, atau penggaraman, atau dengan penambahan bahan pengawet kimia; contoh bacon, salami, sosis, hot dog.
Studi ini muncul di jurnal Circulation, edisi online 17 Mei 2010.

Renata Micha, anggota penelitian dari jurusan epidemiologi HSPH, dan penulis utama studi tersebut, mengatakan, penelitian sebelumnya kebanyakan juga mempertimbangkan dampak kesehatan dari makan daging merah mentah versus daging olahan.“Untuk menurunkan risiko serangan jantung dan diabetes, orang harus mempertimbangkan jenis daging yang mereka makan. Daging olahan seperti bacon, salami, sosis, hot dog, mungkin yang paling penting untuk menghindari,” kata Micha.

MAKANAN olahan cepat saji seperti sosis, salami, daging ham, beef bacon, dan daging-daging olahan lainnya yang dengan mudah dibeli di pasaran memang dapat meringkas waktu yang padat ketika harus memasak. Namun, waspadalah ancaman kanker jika terlalu sering mengonsumsinya.Dalam dunia yang sibuk, orang lebih memilih makanan olahan karena menghemat waktu. Tapi fakta tersembunyi, daging olahan dapat menyebabkan kanker.Ya, mulailah berwaspada. Jangan lagi anggap enteng keringkasan waktu memasak demi kesehatan Anda dan keluarga. Menurut sebuah penelitian, bahaya mengkonsumsi lebih dari 150 grams daging olahan setiap hari sama seperti merokok tiga sampai empat batang dalam satu hari.Mari kita lihat berbagai aspek konsumsi daging olahan dan bagaimana hal itu menyebabkan kanker, sebagaimana dilansir Boldsky.

Kenali jenis pengawetnya

Konsumsi daging olahan dapat menyebabkan kanker karena bahan pengawet kimia banyak digunakan di dalamnya. Pengawet seperti nitrit, natrium benzoat digunakan untuk mengawetkan daging untuk waktu yang lama.Pengawet seperti ini juga merupakan karsinogen yang ampuh mempromosikan kanker pankreas dan tinggi kandungan garam dan lemaknya. Itulah alasan mengapa pengolahan makanan olahan berada di bawah pengawasan yang ketat di banyak negara.Tapi tidak semua proses pengolahan daging olahan ini dipantau ketat oleh negara. Jadi, adalah tugas Anda untuk selalu memeriksa kesegaran daging sebelum membelinya.

Bentuk kanker yang mengancam

Konsumsi daging olahan dapat menyebabkan kanker pankreas, paru-paru, perut dan prostat. Tapi kemungkinan kanker pankreas lebih besar.Kanker pankreas disebut juga ‘silent killer’. Pasalnya, gejala-gejala penyakit berbahaya ini tidak dapat terlihat pada tahap awal. Bahkan walau hanya mengonsumsi porsi kecil sosis, beef bacon atau salami, dapat meningkatkan kemungkinan terjadinya penyakit.Menurut penelitian terbaru konsumsi daging olahan meningkatkan kemungkinan kanker pankreas hingga 56 persen sementara merokok meningkatkan menjadi 70 persen.

Sosis dan beef bacon contohnya, makanan-makanan tersebut kaya akan lemak sehingga konsumsi berlebihan dari makanan ini juga menyebabkan obesitas baik anak-anak maupun orang dewasa. Dalam sebagian besar kasus orang obesitas dalam stadium lanjut kanker pankreas tidak dapat diselamatkan. Hanya 5 persen bertahan hidup setelah diagnosis.

Seberapa amankah?

Yah, semua fakta ini tidak berarti bahwa Anda tidak dapat sama sekali mengkonsumsi daging olahan karena mengarah ke kanker. Anda tetap bisa, tetapi hanya dalam porsi kecil.Diet seimbang dan gaya hidup sehat adalah kunci pertama untuk menjaga kesehatan yang baik. Pertama-tama cobalah beli daging segar berkualitas baik yang tidak diproses atau yang belum ditambahkan pengawet di dalamnya.Agar lebih aman, Anda dapat membuat daging olahan sendiri di rumah. Anda hanya butuh beberapa kilo daging segar yang telah dihaluskan, lalu dicampur bahan-bahan lain yang sehat seperti telur dan tepung berbumbu yang Anda dapat jamin kualitasnya.

Hindari segala bentuk daging olahan yang dapat menyebabkan kanker dan segera beralih lah ke makanan segar agar Anda sekeluarga tetap sehat.

Sumber : Tempo Interaktif dan sumber lainya